Senin, 05 Desember 2011

Profil Desa Munduk


Desa Munduk berasal dari Banjar Munduk yaitu bagian dari Desa Gobleg. Pada Tahun 1892 oleh pemerintah Belanda melalui Punggawa Distrik Banjar dijadikanlah Banjar Munduk menjadi Desa Munduk yang merupakan Pemerintahan Desa dipegang oleh seorang Perbekel.
Adapun nama-nama yang pernah dan sedang menjabat Perbekel Munduk sebagai berikut :
1. Mekel Ragi
2. Ketut Djada / Ketut Mekel
3. Wayan Dana
4. Nyoman Canang
5. Putu Suwanda
6. Nyoman Soenoe
7. Putu Wijana
8. Gede Djapa
9. Ketut Dasna
10. Nengah Wirota
11. Made Darmawan
12. I Putu Suparnaya
13. Nengah Yuhena (sedang menjabat masa jabatan 2008-2013)

Adapun wilayah pemerintahan Desa Munduk saat itu terdiri dari Bajar Munduk
Dangin Rurung, Banjar Munduk Dauh Rurung, Banjar Gesing dan Banjar Umejero. Lahan perkebunan dominasi tanaman kopi arabika dan robusta, disamping kebun kopi di tiap banjar terdapat juga tanah sawah antara lain Subak Munduk dengan luas areal :142 hektar, subak Gesing : 27 hektar, Subak Umejero : seluas : 36 hektar. Desa Munduk saat itu adalah merupakan sentra kopi arabica nomor 1 di Bali yang dieksport ke Negara Belanda dan Jerman melalui Pelabuhan Laut di Desa Temukus dan angkutan barang dari Desa Munduk menuju pelabuhan menggunakan Gedereg / Gerobak yang ditarik oleh kerbau.

Pada tahun 1967 Banjar Gesing dan Banjar Umejero melepaskan diri dari Desa Munduk dan menjadi desa difinitif.
Mulai sejak itu maka batas wilayah Desa Munduk adalah:
- Sebelah Utara : Desa Gobleg
- Sebelah timur : Hutan Pemerintahan
- Sebelah Selatan : Desa Gesing
- Sebelah Barat : Kayuputih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar